Tim Dicurangi, Delta Mania Sambangi PSSI

PSSI

Tim Dicurangi, Delta Mania Sambangi PSSI

Pasaran Bola Taruhan – Walaupun tidak bisa lolos untuk terus melaju ke babak 12 besar, akan tetapi skuad dari Deltras Sidoarjo masih melakukan aktifitas seperti biasa, seperti berlatih dan lainnya. Memang latihan ini digelar sambil menunggu hasil dari keputusan Komite Disipli (komdis) PSSI , terkait dengan kasus dugaan pengaturan skor yang saat itu terjadi di laga pamungkas grup III Divisi Utama antara Perseba Super bangkaloan dan jugha Perseta Tulungagung. Kasus seperti ini memang sanga tsering terjadi, akan tetapi yang telah terbuka ke depan umum hanya beberapa dari kasus yang belum bisa dibuka ke depan umum. Kasus seperti ini memang akan sangat merugikan banyak pihak, itu akanmenilai sepak boka di Indonesia masih bisa dipermainkan dengan segepok uang saja. Memang sebelumnya Deltras Sidoarjo menduga adanya permainan yang tak biasa di laga antara Perseba dan Perseta. Deltra menduga kalau Perseta dengan sengaja mengalah 3-2 dari lawannya yaitu Perseba dengan tujuan untuk menyingkirkan Deltras untuk tidak dapat lolos ke babak 12 besar. Sudah menjadi rahasia umum bahwa antara Perseba dan juga Deltra ada perang dingin yang telah lama terjadi, ditambah lagi tim pengurus Perseba yang saat ini menjabat merupakan orang yang mempunyai rasa sakit hati terhadap Deltras, dan juga mereka tersebut dulunya merupakan para pengurus dari Deltra sidoarjo.

Djoko Susilo sebagai pelatih dari Deltras Sidoarjo mengatakan babhwa dirinya dan jajaran masih menunggu keputusan dari Komisi DisiplinPSSI. Ia berharap sepak bola Indonesia bersih dari permainan kotor seperti itu, sepak bola Indonesia harus bermain dengan sehat dan bersih dari permainan kotor dengan tujuan untuk menyingkirkan tim lain dari laga pertandingan yang akan dilaksanakan.  Djoko mengatakan, timnya belum dibubarkan, meski tidak ada jadwal bertanding dalam kompetisi yang dioperatori oleh PT Liga Indonesia (LI) ini. Pada dasarnya, kontrak pelatih dan para pemain tim berjuluk The Lobster tersebut, masih akan habis pada 31 Desember 2013 mendatang. Kontrak ini berjalan selama satu musim penuh. Artinya selama awal musim, yakni mulai dari fase grup, babak 12 besar, hingga diketahui tim mana saja yang promosi ke jenjang Indonesia Super League (ISL).

Djoko menegaskan bahwa tim yang diasuhnya saat ini masih menjalani latihan seperti biasa, belum dibubarkan , walaupun memang sudah tidak ada lagi kegiatan pertandingan di Divisi Utama. Dijelaskan oleh Djoko, meskipun sudah tidak bertanding lagi di pentas Divisi Utama, serta jeda ke musim selanjutnya masih sangat lama, akan tetapi sejauh ini belum ada pemain Deltras yang bermaksud untuk keluar dari tim baik pemain local maupun asing. Djoko mengatakan bahwa semua pemain masih utuh, tidak ada yang menyatakan untuk pergi. Dan untuk semua keputusan terkait semua pemain dan anak asuh dari Djolo sendiri berada ditangan manajemen. Terkait dugaan pengaturan skor dalam laga Perseba kontra Perseta, jajaran manajemen dan para pendukung Deltras yang tergabung dalam Deltamania, mendatangi kantor PSSI yang berada di Jakarta untuk menuntut keadilan, Senin (17/6). The Lobster minta PSSI mengkaji jalannya pertandingan tersebut, dan sekiranya memberikan sanksi jika akhirnya didapati penyelewengan.Dan untuk melancarkan aksi protersnya Deltamania akan membawa barang bukti berupa rekaman pertandingandan juga kliping Koran ketika mereka melakuka kunjungan ke kantir PSSI. Deltamania menganggap dua tendangan penalty ke gawang Perseta tidak fair. Deltamania yang datang ke Jakarta berjumlah antara 250 sampai 300 orang, dengan menumpang lima bus. Mereka akan mendukung perjuangan manajemen, guna menyampaikan aspirasinya kepada PSSI.