Klub Eropa Yang Paling Sering Dapat Penalti

Klub Eropa Yang Paling Sering Dapat Penalti

Klub Eropa Yang Paling Sering Dapat Penalti

Siapa klub Eropa yang paling sering mendapatkan keuntungan dari wasit dengan mendapatkan banyak hadiah penalti? Apakah klub Juara Dunia Bayern Muenchen? Ataukah klub pemilik pemain termahal dunia Real Madrid? Nama besar serta banyaknya penggemar dan tentu saja ketika sebuah klub menjadi tuan rumah biasanya wasit akan memilih klub dengan tiga kriteria tersebut untuk lebih diuntungkan. Pikiran para wasit yang memimpin pertandingan bisa juga ketakutan dan atau pada akhirnya merasakan aura juara dari klub itu yang pada akhirnya menimbulkan pengaruh pengambilan keputusan. Lalu apa jawaban dari pertanyaan di awal tulisan? Ternyata jawabannya sangat mengejutkan.

Jawabannya adalah milik sebuah klub yang berlaga di Bundesliga. Bayern Muenchen? Bukan! Borussia Dortmund? Bukan juga! Ternyata itu milik klub papan tengah Bundesliga yakni Hoffenheim. Hoffenheim saat ini duduk di peringkat ke 12 divisi paling tinggi liga sepak bola Jerman. Hoffenheim sudah mendapatkan tujuh hadiah penalti dari wasit hanya dalam 17 pertandingan. Artinya secara mudah tentu saja bisa langsung terlihat. Hoffenheim mampu meraguk keuntungan tujuh kali dari 17 pertandingan dan sisa sepuluh pertandingan lagi mereka harus berjuang keras tanpa hadiah dari wasit. Hoffenheim unggul dari peserta Bundesliga lainnya yakni Borussia Dortmund dan Schalke. Dortmund dan Schalke mendapatkan enam buah penalti. Bahkan Bayern Muenchen saja hanya mendapatkan empat hadiah penalti.

Statistik di Spanyol lebih mengejutkan lagi. Di La Liga Spanyol ini sejak empat tahun terakhir ini selalu ada asumsi bahwa para ofisial pertandingan lebih memilih dua klub raksasa Spanyol yakni Real Madrid dan Barcelona untuk lebih diuntungkan agar mereka langgeng mewakili Spanyol di ajang Liga Champions Eropa. Ternyata statistik pada musim ini menunjukkan bahwa ada sebuah favorit baru dari para wasit di Spanyol yakni Atletico Madrid. Atletico telah diberikan hadiah penalti oleh wasit sebanyak tujuh penalti juga sama seperti Hoffenheim. Bedanya hanyalah bahwa Atletico menjalani satu buah pertandingan lebih banyak dibandingkan dengan Hoffenheim tadi. Atletico sudah menjalani 18 partai.

Komite etik wasit mencoba merumuskan bahwa sang pengadil oleh manusia, namun berhasil direndam oleh para perwakilan yang tadi dilanggar oleh para komite yakni kuorum kesepakatan. Di Prancis pemimpin klasemen sementara, Paris Saint Germain, sudah mendapatkan tujuh penalti juga namun PSG harus duduk di peringkat ketiga karena menjalankan dua buah pertandingan lebih banyak daripada Hoffenheim dan satu pertandingan lebih banyak dibandingkan di Atletico. Yang menarik adalah fakta bahwa ternyata rival terdekat mereka yaitu Monaco hanya pernah mendapatkan tiga kali penalti. Apakah ini konspirasi juga bahwa Monaco tidak boleh terlebih dulu menganggu singasana yang akan diberikan? Ataukah ini target kaburnya Radamel Falco? Yang jelas sekali lagi bahwa pada akhirnya kuasa tidak bisa membeli segalanya.