Ancelotti : Angin Segar Bagi Madrid

ancelotti angin segar bagi real madrid

Ancelotti : Angin Segar Bagi Madrid

Pasaran Bola Taruhan – Mungkin bakat terbesar yang dimiliki Ancelotti sebagai pelatih adalah keramahan. Dia memang mematok kesuksesan sebagai target utama tapi dia menyadari bahwa ada beberapa hal lain diluar sepakbola – seperti makanan, bahkan saat masih menjadi pemain dia sudah menyukai makanan. Dia tahun-tahun kepemimpinannya di Milan, dibawah Silvio Berlusconi dan saat menjadi manajer Chelsea dibawah Roman Abramovich, dia tak pernah berselisih mengenai interfensi yang dilakukan pemilik klub. Dia bahkan berhasil meredakan perseteruan yang ditimbulkan oleh Jose Mourinho.

Setelah rezim Mourinho yang sengak bagai belerang, kedatangan pelatih yang memiliki karakter cool dan ramah akan menjadi angin penyejuk di Bernabeu. Real Madrid dapat menjadi ajang pertarungan politik yang aneh tapi bila ada manajer top yang bisa menangani situasi panas yang berkembang makin liar, maka Ancelotti-lah orangnya. Orang yang dapat menghadapi situasi sulit sembari menaikkan sebelah alisnya berpotensi mendinginkan internal Real Madrid. Kelebihan Ancelotti lainnya adalah dia orang yang luwes terhadap taktik. Mungkin dia cenderung bergerak ke formasi 4-3-2-1 yang ditulisnya saat membuat disertasi di kursus kepelatihan Coverciano, tapi dia bisa merubah formasi tergantung situasi – pelajaran yang dia dapat selama di Parma, yang menjadi pekerjaan pertama dalam dunia kepelatihan. Lalu dia mengakui kalau suka dengan formasi 4-4-2 yang dia pelajari selama bermain dibawah asuhan Arrigo Sacchi di Milan. Dia suka belajar, dapat dibilang terlalu suka belajar, karena dia memiliki kemauan yang keras dalam belajar. Ancelotti tiba dari Roma saat berumur 28 tahun dan dia sudah ingin belajar mengenai kepelatihan dari Arrigo Sacchi. “Pada awalnya dia menemui kesulitan,” kata Sacchi. “Berlusconi mengatakan kita mempunyai pemimpin orchestra yang tak tahu cara membuat komposisi music. Saya mengatakan padanya jika saya bersedia mengajari. Setiap hari, saya menyuruh dia datang satu jam sebelum latihan dengan beberapa anak dari tim akademi. Kami belajar semua hal.”

Selama di Parma, Ancelotti selalu memakai formasi 4-4-2, bahkan bila itu berarti pemain macam Gianfranco Zola harus bermain sebagai sayap kiri, akibatnya Zola pindah ke Chelsea. penggunaan formasi tersebut juga membuat Parma kehilangan kesempatan mendapatkan Roberto Baggio, yang ingin pindah dari Milan. Baggio ingim bermain dibelakang dua striker daripada berkompetisi dengan Hernan Crespo dan Enrico Chiesa untuk dua tempat di depan. baggio akhirnya memilih bergabung dengan Bologna. Sekarang Ancelotti lebih fleksibel, dia akan menemukan jalan untuk mengakomodasi talenta seperti Baggio. “Saya kehilangan kesempatan besar untuk mengembangkan tim dengan kemampuan yang dimiliki Baggio,” katanya. “Tapi kejadian dimasa lalu lebih karena kurangnya pengalaman. Waktu itu saya baru menjadi pelatih dalam dua tahun. Saya tak punya pengetahuan yang cukup bila saya dapat mengganti formasi utama dan mungkin saya takut untuk merubah formasi karena Parma adalah pengalaman pertama saya. Saat di Juventus, Ancelotti bisa merubah formasi menjadi 3-4-1-2 untuk mengakomodasi Zinedine Zidane yang beroperasi dibelakang dua striker. Di Milan dia menggunakan formasi 4-3-2-1 sebagai formasi dasar lantas bertransformasi menjadi formasi 4-3-1-2. Dalam perjalanan di London, Ancelotti awalnya menggunakan formasi 4-3-1-2, tapi saat menyadari Lampard lebih bagus dengan bola didepannya, Ancelotti merubah formasi menjadi 4-3-2-1 dan 4-3-3. Berpindah ke Paris, dia menemukan ujung tombak ideal dalam diri Ibrahimovic, lantas menggunakan 4-3-2-1 dan merubah menjadi 4-4-2 bergantung pada keadaan. Sulit untuk membayangkan bahwa Ancelotti akan merubah formasi dasar Madrid saat pertama kali kedatangannya. Ini juga bergantung pada pemain baru yang datang ke Real Madrid. Dengan tambahan seorang Isco, Madrid bisa memainkan pola 4-3-2-1 atau tetap pada formasi 4-2-3-1. Yang jelas, kemampuan Ancelotti untuk mengakomodasi bakat yang tersedia di timnya dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi Real Madrid musim depan.